√Kisah Wanita Mustajab, Doanya Langsung Didengar Allah Dan Para Malaikat Hingga Langit Ketujuh Lengkap-Doa Merupakan senjata utama kaum mislimin, karena dengan berdoa segala macam harpan kita gantungkan kepada yang memliki alam semesta ini dan Dia Allah SWT, dengan bersungguh -sunnguh dan penuh dengan kerendahan serta pengharapan murupakan salah satu adab dalam berdoa. Karena tugas kita hanya berdoa saja perkara dikabulkan atau tidak bukan merupakan prioritas utama sebab semua itu kita kembalikan lagi kepada Allah SWT.
Dan untuk mencapai unsur unsur keutaman dalam bedoa, maka diharapkan kita memenuhi adab dalam berdoa antara lain:
- Berdoalah dalam keadan suci atau memiliki wudhu
- Luruskan Niat [Dengan niat yang baik]
- Awali dengan Bismillah dan pujian kedapa Allah & Rasulluah
- Penuh dengan kerendahan dan pengharapan
- Hilangkan sifat somboong
- Berdoa dengan Menghadap kearah Kiblat
Dengan berdoa pikiran dan perassan kita menjadi tenang, sebab segala macam keluh kesah atau pengharapan sudah kita sampaikan kepada Allah SWT. Dan yang paling utama adala rasa syukur kita kepada Allah jangan sampai hilang. Sebab itu semua merupakan nikmat yang paling tinggi tiada tara , sebab orang yang masih bisa bersyukur merupakan golongan orang yang lebih mudah dalam mengharapkan dan menerima keridhoan kepada Allah SWT.
Baca Juga:
Blog Khusus Doa - Berdoa kepada Allah SWT merupakan salah satu cara terbaik untuk kita mendekatkan diri kepada Sang Kholik, serta jalan kita memohon kepada Allah agar hajat kita terkabulkan. Tentu kita semua berharap doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT segera terkabul, tapi ternyata tidak semua doa-doa hambaNya langsung dikabulkan oleh Allah SWT.
Lain halnya dengan wanita yang luar biasa berikut ini, doa beliau seketika didengar Allah SWT dan para Malaikat. Kisah tentang kemulian seorang wanita pernah dikisahkan semasa hidup Nabi Muhammad SAW. Salah seorang wanita dengan tingkat keimanan tinggi datang menemui Nabi. Ia menghadapi suatu kondisi yang mengharuskannya mendapatkan pencerahan.
Namun ternyata, kala itu Nabi belum bisa menjawab karena belum ada wahyu yang diturunkan Allah terkait hal tersebut. Namun, ini tak lantas membuat si wanita menyerah. Ia berdoa dan memohon kepada Allah agar memberi jalan keluar atas permasalahan hidupnya.
Ternyata doa ini langsung diijabah Allah. Seketika Nabi menerima wahyu Surat Al-Mujadalah sehingga bisa menjawab permasalahan wanita tersebut. Siapa dia sebenarnya? Mengapa doanya dapat menembus langit ke tujuh dengan demikian cepat?
Nama lengkap wanita ini adalah Khaulah binti Tsa’labah bin Ashram bin Farah bin Tsa’labah Ghanam bin ‘Auf. Ia merupakan istri dari Aus bin Shamit bin Qais dan dari pernikahan mereka lahir seorang putra yang diberi nama Rabi’.
Kisah saat doanya yang mampu menembus langit ini bermula ketika terjadi permasalahan antara dirinya dan suaminya. Dalam kondisi marah, sang suami kemudian mengeluarkan kalimat yang membuatnya merasa cemas dan perlu memperjelasnya kepada Nabi.
Kalimat yang dilontarkan suaminya tersebut adalah “Bagiku engkau ini seperti punggung ibuku”. Meski setelah itu suaminya berlalu pergi bersama sahabat-sahabatnya, namun tidak serta merta membuat Khaulah melupakan perkataan tersebut begitu saja.
Baginya perkataan tersebut seperti talak dari sang suami kepada dirinya. Sepulangnya dari berkumpul dari sahabatnya, sang suami kemudian menginginkan hubungan suami istri dengan Khaulah.
Namun, Khaulah menolak karena perasaannya yang begitu tidak bisa menerima atas ucapan Aus sang suami. Khaulah berkata, “Tidak… jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkan terhadapku sehingga Allah dan Rasul-Nya lah yang memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.”
Setelah peristiwa tersebut, Khaulah kemudian menemui Rasulullah SAW. Ia pun menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sang Nabi. Ia berharap Nabi memberikan pencerahan terhadap apa yang sudah dialami. Namun, Ia harus kecewa, pasalnya pada masa itu, belum ada kejadian yang dihadapi umat dan baru Khaulah yang mengalaminya. Sehingga belum turun firman Allah yang menjelaskan tentang hal ini.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kami belum pernah mendapatkan perintah berkenaan urusanmu tersebut … aku tidak melihat melainkan engkau sudah haram baginya.”
Ini artinya, hubungan mereka sudah tidak diperbolehkan lagi. Namun, hati kecil Khaulah pun masih bergejolak, mengingat jika Ia berpisah dengan sang suami, maka akan sulit baginya menghidupi diri dan anaknya Rabi’. Namun Rasulullah Shalalahu ‘alaihi wasallam tetap menjawab, “Aku tidak melihat melainkan engkau telah haram baginya.”
Setelah peristiwa ini, wanita tersebut terus berdoa memohon kepada Allah agar memberi petunjuk terkait permasalahannya. Kedua matanya meneteskan air mata dan perasaan menyesal. Tiada henti-hentinya Ia berdoa ini berdo’a yang kemudian dikabulkan Allah.
“Yaa Allah sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu tentang peristiwa yang menimpa diriku.”.
Ternyata doa ini dihijabah Allah. Rasulullah SAW seketika pingsan seperti biasa saat menerima wahyu. Kemudian setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sadar kembali, beliau bersabda, “Wahai Khaulah, sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan ayat Al-Qur’an tentang dirimu dan suamimu, kemudian beliau membaca firman QS. Al-Mujadalah: 1-4, yang artinya:
Orang-orang yang menzhihar (menganggap isterinya sebagai ibunya, atau menyamakan istrinya dengan ibunya sebagaimana ucapan Aus di alinea kedua di atas, Red) isterinya di antara kamu padahal tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang munkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pema`af lagi Maha Pengampun. Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Maka barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang sangat pedih. (QS. Al-Mujadilah : 1-4)
Setelah turun ayat ini, barulah Rasulullah SAW bisa menjelaskan perihal permasalahan yang dihadapi Khaulah. Baginda Rasulullah SAW kemudian menjelaskan kepada Khaulah tentang kafarat (tebusan) Zhihar:
Nabi SAW: “Perintahkan kepadanya (suami Khaulah) untuk memerdekakan seorang budak!”
Khaulah: “Ya Rasulullah dia tidak memiliki seorang budak yang bisa dia merdekakan.”
Nabi SAW: “Jika demikian perintahkan kepadanya untuk shaum dua bulan berturut-turut.”
Khaulah: “Demi Allah dia adalah laki-laki yang tidak kuat melakukan shaum.”
Nabi SAW: “Perintahkan kepadanya memberi makan dari kurma sebanyak 60 orang miskin.”
Khaulah: “Demi Allah ya Rasulullah dia tidak memilikinya.”
Nabi SAW: “Aku bantu dengan separuhnya.”
Khaulah: “Aku bantu separuhnya yang lain wahai Rasulullah.”
Nabi SAW: “Engkau benar dan baik maka pergilah dan sedekahkanlah kurma itu sebagai kafarat baginya, kemudian bergaullah dengan anak pamanmu itu secara baik.”
Itulah Kisah Khaulah Bin Tsa`labah, Wanita Mustajabah Doanya Langsung Didengar Allah dan Para Malaikat Hingga Langit Ketujuh. Semoga kisah ini mampu menambah keimanan dan ketaqwaan kita dalam beribadah. Amin. Wanita diciptakan dengan ribuan kemuliaan. Saking mulianya, Allah memerintahkan kita untuk senantiasa mendahulukan wanita daripada yang lain. Bahkan, pernah disebutkan jika doa kaum wanita bisa terdengar hingga lapis langit ke-7.
Blog Khusus Doa - Dalam hitungan jam kita akan meninggalkan tahun 1438 Hijriah dan Insya Allah akan memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah yang bertepatan pada tanggal 21 September 2017, semoga kita semua tetap dalam lindunganNya serta memanfaatkan sisa-sisa umur kita untuk berbuat kebaikan, bertaqwa kepada Allah SWT. Amin. Sebagai umat muslim, marilah kita merayakan tahun baru islam ini dengan lantunan-lantunan doa (doa akhir tahun dan doa awal tahun), lantunan sholawat dan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur`an baik secara berjama`ah di masjid-masjid, mushola-mushola maupun dengan keluarga di rumah.
Dengan memanjatkan doa akhir tahun dan awal tahun tentunya kita memohon ampunan atas segala dosa-dosa yang sudah kita lakukan ditahun sebelumnya serta memohon kepada Allah SWT ditahun baru ini semoga kita semua terjaga dari tipu daya syaitan, mohon pertolongan agar terjaga dari hawa nafsu dunia serta memohon untuk selalu dipermudahkan dalam segala kebajikan kita.
DOA AKHIR TAHUN HIJRIAH
Doa akhir tahun hijriah dibaca sebanyak 3 (tiga) kali pada waktu ashar atau sebelum masuk waktu maghrib di akhir bulan dzulhijjah. Berikut adalah bacaan doa akhir tahun dalam bahasa arab.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَامُحَمَّدٍ وَعَلى آلِه وَصَحْبِه وَسَلَّمَ. اَللهُمَّ مَاعَمِلْتُ فِيْ هذِهِ السَّنَةِ مِمَّانَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ اِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِيْ عَلى مَعْصِيَتِكَ فَاِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَاعَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّاتَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اللهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَاالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ، اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلاَتَقْطَعَ رَجَائِيْ مِنْكَ يَاكَرِيْمُ. وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِه وَصَحْبِه وَسَلَّمَ Artinya :
Note:
Ketika doa akhir tahun ini dibaca, syaitan berkata: "Bahaya bagiku dan sia-sialah pekerjaanku setahun ini menggoda anak cucu adam dan Allah binasakan aku sesaat dengan bacaan doa ini (doa akhir tahun), dan Allah ampunkan dosa anak cucu adam setahun yang lalu".
DOA AWAL TAHUN HIJRIAH
Sama seperti doa akhir tahun, doa awal tahun pun dibaca 3 (tiga) kali, namun waktunya berbeda. Kalo yang akhir tahun dibaca sebelum maghrib pada akhir dzulhijjah, sedangkan doa awal tahun dibaca setelah maghrib pada malam 1 muharram. Berikut adalah bacaan doa awal tahun hijriah dalam bahasa arab
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِه وَصَحْبِه وَسَلَّمَ اَللهُمَّ أَنْتَ اْلاَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ. وَعَلى فَضْلِكَ الْعَمِيْمِ الْمُعَوَّلُ. وَهذَاعَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْئَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَاَوْلِيَآئِهِ وَجُنُوْدِهِ وَالْعَوْنَ عَلى هذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلاِشْتِغَالَ بِمَا مُقَرِّبُنِيْ اِلَيْكَ زُلْفى يَاذَاالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ. يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِه وَصَحْبِه وَسَلَّمَ Artinya :
Note:
Saat doa awal tahun ini dibaca, syaitan berkata: "Selamatlah orang yang membaca doa awal tahun disisa usianya tahun ini, karena Allah mengutus dua malaikat untuk menjaganya agar saya tidak bisa mengganggunya".
Teman-teman, itulah bacaan doa tahun baru islam dalam basaha sarab atau doa akhir tahun dan awal tahun hijriyah yang dapat kami share pada kesempatan ini, sebagaimana kami kutip dari Buku Sabilunnajah - Fasholatan Lengkap halaman 194-196. Semoga kita semua dapat mengamalkannya, diampuni segala dosa-dosa kita ditahun lalu serta dijaga diri kita dari godaan syaitan di tahun yang baru ini dan seterusnya. Amin.
Jika menurut temen-temen artikel ini bermanfaat bagi orang banyak, silakan teman-teman share sebanyak-banyaknya via media sosial seperti facebook, twitter, whatsapp, line dll. Agar supaya sodara, kerabat, keluarga dan teman-teman kita yang lain juga mengamalkan doa tahun baru islam ini. Terima kasih.
Blog Khusus Doa - Istri Sholehah adalah sebaik-baiknya kenikmatan dunia, hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amar bin Ash, Rasulullah SAW bersabda, “Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah perempuan (istri yang shalihah),” (HR. Muslim dan Ahmad).
Maka tidak heran jika semua laki-laki menginginkan istrinya shalehah, bahkan perempuan itu sendiri juga ingin menjadi istri yang sholehah. Mengenai bagaimana menjadi istri yang shalehah, teman-teman bisa pelajari artikel kami yang berjudul "10 Tips dan Cara Agar Menjadi Istri yang Shalihah"
Lantas, apa sajakah keistimewaan menjadi istri yang sholehah atau memiliki istri yang sholehah? Untuk lebih jelasnya, silakan simak ulasannya berikut ini sebagaimana dilansir dari laman Republika Online.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa putera Abu Tholhah sakit. Ketika itu Abu Tholhah keluar, lalu puteranya tersebut meninggal dunia. Ketika Abu Tholhah kembali, ia berkata, “Apa yang dilakukan oleh puteraku?” Istrinya (Ummu Sulaim) malah menjawab, “Ia sedang dalam keadaan tenang.” Ketika itu, Ummu Sulaim pun mengeluarkan makan malam untuk suaminya, ia pun menyantapnya. Kemudian setelah itu Abu Tholhah menyetubuhi istrinya. Ketika telah selesai memenuhi hajatnya, istrinya mengatakan kabar meninggalnya puteranya. Tatkala tiba pagi hari, Abu Tholhah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan tentang hal itu. Rasulullah pun bertanya, “Apakah malam kalian tersebut seperti berada di malam pertama?” Abu Tholhah menjawab, “Iya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mendo’akan, “Allahumma baarik lahumaa, Ya Allah berkahilah mereka berdua.”
Dari hubungan mereka tersebut lahirlah seorang anak laki-laki. Anas berkata bahwa Abu Tholhah berkata padanya, “Jagalah dia sampai engkau mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengannya.” Anas pun membawa anak tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ummu Sulaim juga menitipkan membawa beberapa butir kurma bersama bayi tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengambil anak tersebut lantas berkata, “Apakah ada sesuatu yang dibawa dengan bayi ini?” Mereka berkata, “Iya, ada beberapa butir kurma.” Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambilnya dan mengunyahnya. Kemudian beliau ambil hasil kunyahan tersebut dari mulutnya, lalu meletakkannya di mulut bayi tersebut. Beliau melakukan tahnik dg meletakkan kunyahan itu di langit-langit mulut bayi. Beliau pun menamakan anak tersebut dengan Abdullah. (HR Bukhari no. 5470 dan Muslim no. 2144).
Apa mutiara hikmah yang bisa kita petik dari hadits di atas? Banyak sekali, yang intinya adalah menunjukkan keistimewaan wanita salehah. Istri salehah sangat kuat aqidahnya sehingga tidak rapuh cengeng walau anak kesayangan wafat.
Istri salehah itu "muthiiah", taatnya pada suaminya karena Allah sangat sangat mengagumkan.
Istri salehah itu tidak mudah berkeluh kesah dari hal yang kecil kecil sampai peristiwa wafat sekalipun.
Istri salehah berbuat terbaik dan terindah untuk membahagiakan suaminya. Mungkin tidak terbayangkan, anak meninggal namun ia masih bisa berdandan tau berhias untuk melayani suaminya.
Istri salehah itu pantang menjadi beban suaminya, dari sekedar berkata, keluh kesah apalagi sampai sikap yang tidak menyenangkan.
Istri salehah itu "afiifah", perawat terbaik bentuk tubuhnya dan pesolek yang hebat.
Istri salehah "gholimah" pelayan dan penggoda hebat suaminya, bahkan aktif menawarkan diri terkebih dulu dengan rayuan dan pakaiannya.
Istri salehah itu koki, juru masak yang pintar untuk suami.
Istri salehah itu berjihad dengan menyembunyikan lelah diri di hadapan suaminya.
Istri salehah sangat tahu persis hak kewajiban dirinya kepada suaminya tercinta fillah.
Istri salelah itu "muskinah", penenang jiwa, pelipur lara dan pembangkit semangat suami berjuang di jalan Allah.
Allhahumma ya Allah berkahi kami dengan suami ayah iman teladan dalam ketakwaan, para istri yang semua para bidadari salehah, dan anak cucu keturunan saleh salehah. Aamiin.
Jika artikel ini bermanfaat, silakan teman-teman bisa share artikel ini orang-orang yang dicintai, agar mereka juga mengerti tentang keistimewaan istri sholehah. Semoga bermanfaat.
Blog Khusus Doa - Puasa sunah Tarwiyah dan Arafah dilakukan umat Muslim dua hari menjelang Hari Raya Idul Adha. Untuk pembahasan mengenai keutamaan puasa sunnah di bulan dzhulhijjah ini, sudah pernah kami paparkan pada artikel yang berjudul: "Hikmah dan Keutamaan Puasa 10 Hari Pertama Bulan Dzhulhijjah"
Nah, lebih lanjut pada kesempatan ini kami akan sedikit membahas tentang manfaat puasa khususnya bagi kesehatan tubuh manusia serta manfaat puasa arafah dan tarwiyah pada umumnya. Sebelum lebih lanjut membahas manfaat puasa, bagi teman-teman yang belum menghafal bacaan niat puasa arafah dan puasa tarwiyah silakan bisa dipelajari pada artikel kami yang berjudul: "Niat Puasa Dzhulhijjah 10 Hari Pertama Lengkap"
Dan berikut adalah beberapa manfaat puasa. Silakan disimak:
* Puasa berarti menahan lapar dan dahaga selama kurang lebih 14 jam. Dari sisi kesehatan, puasa dapat mengosongkan perut, yang secara otomatis mengistirahatkan saluran pencernaan. Dengan begitu, saluran pencernaan menjadi lebih optimal dari sebelumnya, mengeluarkan racun di organ pencernaan, hingga mengurangi risiko organ pencernaan rusak dengan cepat.
* Puasa juga membantu seseorang mengontrol pola makan. Puasa juga memungkinkan Anda untuk memilih makanan sehat untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka. Terlebih, puasa juga membuat seseorang menahan diri dari makan dan minum yang berlebihan.
* Sebuah penelitian dari Mesir menyebut puasa dapat memperpanjang umur. Hal ini dikarenakan selama puasa tubuh dapat membersihkan tubuh dari radikal bebas, menekan pengeluaran insulin, serta mengurangi keinginan untuk mengonsumsi gula yang merupakan faktor risiko beberapa penyakit kronis.
* Puasa juga dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk memulai program penurunan berat badan. Dengan berpuasa, porsi dan jam makan akan lebih sedikit.
* Dari sisi agama dan ibadah, hadis Nabi Muhammad SAW mengatakan barangsiapa yang melakukan puasa arafah akan diampuni dosanya setahun yang lalu dan setahun kemudian.
* Puasa arafah juga bisa dijadikan momen untuk melakukan meditasi dan beribadah, mendekatkan diri kepada Allah sebelum merayakan Hari Raya Idul Adha.
Itulah beberapa manfaat puasa yang dapat kami share pada kesempatan kali ini. Semoga kita semua tergolong orang-orang yang mengamalkan puasa sunah ini. Selamat menjalankan ibadah puasa arafah dan tarwiyah, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin.
Jangan lupa untuk menyantap makan sahur ketika akan menjalankan ibadah puasa. Karena makan sahur banyak sekali hikmah dan keutamaannya. Untuk selengkapnya silakan teman-teman bisa mempelajari artikel : "Hikmah dan Keutamaan Makan Sahur Ketika Puasa".
Blog Khusus Doa - Kematian adalah kejadian yang pasti tidak ingin dialami oleh manusia. Namun Allah SWT telah menjanjikan bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Lamanya seseorang menuju kematian bervariasi. Namun ada satu momen menyakitkan yang disebut sakaratul maut yang pasti dirasakan sama oleh semua orang. Sakaratul maut disebut oleh Rasulullah SAW sebagai pengalaman yang sangat menyakitkan. Menurut sebuah hadis, sakitnya sakaratul maut itu sama seperti tusukan tiga ratus pedang.
Berikut adalah beberapa tanda kematian atau sakaratul maut secara medis, seperti dilansir dari laman dream. Yang pertama adalah yang paling umum terjadi di mana pasien akan mengalami kesulitan menelan ludah dan makanan.
Istilah dalam dunia medis untuk kasus ini disebut dengan death rattle (derik kematian). Saat mengalami sakaratul maut seperti ini, pasien mengeluarkan suara menakutkan seperti orang yang sedang mengorok.
Suara Mengorok
Fenomena ini disebabkan telah hilangnya kemampuan seseorang yang sedang sekarat untuk menelan cairan atau makanan yang akhirnya terkumpul di dalam tenggorokan dan dada bagian atas. Akibatnya, pasien akan mengalami kesulitan untuk bernapas. Biasanya, jarak antara saat mengalami death rattle dengan waktu kematian adalah sekitar 16 jam atau kurang.
Normalnya, lidah terangkat ke atas saat orang menelan ludah dan makanan. Katup tenggorok tertutup untuk mencegah bahan apapun masuk saluran pernafasan. Namun pada orang yang ajalnya telah dekat, lidah gagal mendorong ludah ke belakang.
Sebenarnya, suara mengorok ini adalah gejala normal bagi orang yang sudah mendekati ajal. Meski terdengar menakutkan, dunia medis menyebut pasien yang sakaratul maut seperti ini tidak merasakan sakit. Penyedotan, pemberian obat anti nyeri dan anti-kecemasan biasanya diberikan untuk mengurangi ketidaknyamanan pada pasien.
Sulit Bernapas

Sakaratul maut yang kedua adalah kesulitan bernapas atau sesak napas. Gejala kematian ini terasa menyakitkan bagi orang yang mendekati ajal. Namun anehnya dokter akan memberikan opiat berupa morfin untuk meredakan sesak napas yang dialami pasien. Mengapa orang sesak napas malah diberikan morfin?
Pada orang yang akan mati, kesulitan bernapas terjadi karena tidak sinkronnya kemauan otak untuk mendapatkan akan udara dengan kemampuan paru-paru dalam menyediakannya. Sementara obat bisa meredakan karena mampu membuat otak `merasa kenyang` dengan udara yang dibutuhkan tubuh.
Alami Pergolakan
Sakaratul maut yang ketiga adalah ketika si calon mayat tiba-tiba mengalami pergolakan (agitasi) akhir. Pernah melihat seseorang yang akan meninggal tiba-tiba marah-marah atau menangis tersedu-sedu? Mereka ingin pulang dan tidak betah di tempat tidur? Itulah gejala kematian yang ketiga.
Penyebab fisik dari pergolakan akhir ini bisa berupa retensi urin, napas pendek, rasa sakit, atau metabolisme yang tidak normal. Dokter biasanya punya obat untuk menguranginya. Meskipun demikian, agak sulit untuk mengabaikan peran non fisik dan spiritual.
Sebagian orang percaya, pergolakan akhir jelang kematian adalah respons eksistensial dari mereka yang sakaratul maut. Saat lahir, manusia menangis dengan keras. Sehingga ketika meninggal pun manusia akan melakukan hal yang sama.
0 komentar:
Posting Komentar